Anak adalah harapan orang tua sekaligus juga harapan bangsa. Dengan berfikir demikian, tentu beban beratlah yang sebenarnya coba kita pikulkan kepada anak dengan harapan sebesar itu. Barangkali, anak tidak akan mampu mengembab beban seberat itu bila kita tidak memberikan arahan dan bimbingan. Barangkali pula, kita sendiri membebankah hal demikian karena kita gagal menjadi harapan di masa muda. Untuk itu, harapan kita alihkan ke anak.
Semuanya sah-sah saja. Asalkan kita tahu caranya mendidik anak yang baik supaya bisa menjadi harapan bangsa. Setidaknya tidak mengulang kegagalan yang pernah kita buah. Bahkan sebelum menikah, kita kerap memiliki cita-cita ingin melahirkan anak yang sukses dan tidak mengulang kegagalan orang tuanya. Tapi bagaimana kita bisa mendidik anak sebagai anak yang sukses bila kita tidak berhasil membuat anak jadi taat?
Cara Membuat Anak Taat
Perlu kita pahami, bahwa taat bukan berarti memaksakan semua kehandak pada anak dan anak wajib menerima semua kehendak kita. Membuat anak taat berarti membuat anak jadi menyadari bahwa yang terbaik sedang ia lakukan. Untuk itu, ada beberapa cara membuat anak taat yang harus kita lakukan:
Semuanya sah-sah saja. Asalkan kita tahu caranya mendidik anak yang baik supaya bisa menjadi harapan bangsa. Setidaknya tidak mengulang kegagalan yang pernah kita buah. Bahkan sebelum menikah, kita kerap memiliki cita-cita ingin melahirkan anak yang sukses dan tidak mengulang kegagalan orang tuanya. Tapi bagaimana kita bisa mendidik anak sebagai anak yang sukses bila kita tidak berhasil membuat anak jadi taat?
Cara Membuat Anak Taat
Perlu kita pahami, bahwa taat bukan berarti memaksakan semua kehandak pada anak dan anak wajib menerima semua kehendak kita. Membuat anak taat berarti membuat anak jadi menyadari bahwa yang terbaik sedang ia lakukan. Untuk itu, ada beberapa cara membuat anak taat yang harus kita lakukan:
- Buat Ia Memiliki Pemahaman
- Ajak Bukan Perintah
- Jangan Kasar
