Secara umum, apa pun yang asli pasti produksinya lebih sedikit daripada
yang palsu. Ini sudah menjadi sebuah fakta yang tidak bisa dielakkan. Khususnya
untuk kopi luwak yang asli. Sayangnya, kopi luwak yang palsu diberikan izin
khusus untuk terus dikonsumsi oleh orang banyak. Memangnya, apa saja sih
perbedaan antara kopi luwak asli dengan yang palsu?
1. Cium
Aromanya
Apa yang Anda rasakan ketika mencium aroma kopi luwak asli? Di sini kita
bukan lagi bahas varian kopi luwak, ya. Pada kopi luwak asli, aroma yang keluar
sangat khas. Apabila dicermati, maka aroma yang keluar akan menunjukkan identitas
varian kopinya. Tanpa harus bertanya sama penjual kopi lebih lanjut.
Kopi luwak yang palsu tidak memiliki karakter seperti itu. Cenderung
biasa saja. Bahkan tidak ada aroma kopi yang sama khasnya dengan kopi luwak
asli. Hal ini dikarenakan terlibatnya teknik oplosan. Bisa juga karena memang
hanya bermain label agar masyarakat luas percaya. Khususnya yang masih awam
tentang kopi luwak.
2. Lihat
Kemasannya
Barang yang asli, sudah pasti kemasannya dibikin spesial. Cara ini
dilakukan untuk menjaga kualitas isinya. Jadi, ketika kopi luwak asli diekspor
dalam bentuk kemasan, volumenya tidak akan rusak maupun tercampur udara. Sayang
kalau sampai tercampur udara. Sedangkan di dalam udara terdapat banyak kandungan
yang tidak ada sangkut-pautnya dengan kopi luwak.
Sedangkan untuk kopi luwak yang palsu, kemasannya biasa saja. Bahkan
cenderung main-main. Lebih gawat lagi kalau kopi luwak palsu tersebut
mengatasnamakan perusahaan kopi luwak terkemuka. Hanya bermain cap atau merek. Kalau
sudah begitu, mau tidak mau masyarakat harus membedakannya dari kesan setelah
diminum.
3. Amati
Kesan Setelah Meminumnya
Kesan yang hangat, asli, mampu berdiam dalam waktu lama, dan lain-lain
itulah yang membuat kopi luwak asli sangat diminati. Bukan saja di Indonesia,
tetapi juga dunia. Pada kopi luwak yang asli, kesannya memang beda-beda. Tapi
tingkat kekentalannya sama. Ketika melewati tenggorokan, kesan nikmatnya akan
tergantung-gantung di sana.
Sedangkan untuk kopi luwak palsu, jangankan kesan kental yang luar biasa
seperti di atas, saat nempel di lidah
saja bikin curiga. Rasa nyaman yang ditimbulkan lebih mirip kopi biasa. Bahkan
kadang-kadang lebih buruk. Ketika tertelan, mungkin lebih nikmat menelan air
putih ketika kehausan daripada menelan kopi luwak palsu.
4. Bandingkan
Harganya
Harga selalu menentukan kualitas. Begitu kata pepatah. Memang betul.
Soalnya barang-barang lain, seperti baju, HP, buku, topi, dan lain-lainnya juga
menerapkan hal yang sama. Untuk kemasan yang berisi kopi luwak asli seberat 200
gram saja memiliki harga mulai dari 200 ribu Rupiah hingga 600 ribu Rupiah. Ini
di Indonesia, kalau di luar lebih mahal.
Kopi luwak yang palsu memiliki harga yang jauh lebih murah. Bahkan bisa
berlipat-lipat murahnya. Produsen kopi luwak palsu tidak peduli soal itu.
Asalkan bisa terus memproduksi dalam jumlah banyak dan mencapai keuntungan
besar, hal itu tidak jadi soal. Kesan para penikmat kopi nomor sekian.
5. Kadar
Kafeinnya
Keistimewaan kopi luwak asli juga terdapat pada kadar kafeinnya. Kopi
luwak asli terkenal dengan kadar kafein yang rendah, sebab sudah melewati
proses fermentasi dari dalam perut luwak. Sedangkan untuk kopi luwak palsu
kadar kafeinnya tetap tinggi. Bahkan bisa lebih tinggi lagi kalau dioplos
dengan kopi jenis lainnya biar cepat untung.
Hal yang menimbulkan adanya pembajakan kopi luwak asli adalah soal
popularitas dan harga. Kalau kopi luwak asli tidak mahal dan tidak populer,
mana mungkin muncul kopi luwak palsu. Oleh karena itu, Anda tidak boleh sampai
terkecoh. Jangan sampai niat mau menyesap kopi luwak asli, tapi malah dapatnya
yang palsu. Sayangi dompet Anda.
