Anda pasti
pernah bertanya, dimana lokasi yang paling kotor di rumah
minimalis Anda? Apakah di Toilet?
Tempat pakaian kotor ? Atau di
tempat sampah dapur yang berbau busuk?
Semua salah!
Tempat-tempat diatas hanya
bagian kecil dari kerajaan mikroorganisme yang berpotensi menjadi masalah bagi
kesehatan Anda. Bakteri dan mikroorganisme sendiri dapat melakukan perkembangbiakan setiap 20
menit dan memiliki kemampuan untuk bermutasi dengan cepat hingga ia tidak dapat
dikenali sistem kekebalan tubuh kita lagi.
Diantara
berbagai jenis mikroorganisme yang tumbuh dan bermutasi dengan cepat itu, ada
beberapa kelompok yang membuat Anda dan keluarga sakit. Lebih parahnya lagi,
mikroorganisme patogen itu
ada di mana-mana dan kita perlu memperhatikannya.
Anda mungkin terkejut saat jika Kami menyebutkan beberapa tempat yang
belum pernah terlintas dalam pikiran Anda sebagai tentang tempat paling
kotor di rumah Anda pada daftar-daftar berikut. Tapi jangan khawatir; Kami juga
akan menunjukkan bagaimana Anda dapat membersihkannya.
Tempat Terkotor di Rumah Anda
Kamar Mandi
Ironisnya (sebenarnya cukup logis), tempat yang biasa digunakan untuk membersihkan
diri ini adalah tempat yang paling kotor nomor 7. Kamar mandi adalah lingkungan yang
lembab dan ideal untuk
pertumbuhan jamur dan bakteri, termasuk jenis yang menyebabkan penyakit. Peneliti dari NSF
International (National Sanitation Foundation) menemukan Stapphilococcus
- bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan bisul pada kulit,
dapat hidup dan menempel pada dinding kamar mandi, termasuk kamar mandi milik
Anda
Apa yang harus Anda lakukan?
- Bersihkan dan gosok kamar mandi Anda dengan larutan pemutih atau desinfektan setidaknya seminggu sekali.
- Pastikan tidak ada genangan air di kamar mandi Anda setelah digunakan
- Biarkan jendela terbuka dan / atau nyalakan kipas kamar mandi saat mandi dan sampai satu jam setelahnya. Dengan demikian, air yang menggenang akan menguap dan kelembaban berkurang.
Mesin atau Tempat Mencuci
Baju
Apakah pakaian Anda pernah berbau asam atau apek? Nah, kedua bau tersebut merupakan indikasi dari
pertumbuhan bakteri. Mesin cuci Anda adalah salah satu tempat paling
kotor di rumah Anda dan kemungkinan bakteri dari pakaian kotor terlalu lama berada di dalamnya, dan berkembang dengan pesat.
Jika pakaian basah duduk lebih lama dari 30 menit, mereka menjadi tempat
berkembang biak bagi jamur dan kuman, yang bisa menyebabkan ruam kulit, mata
gatal, batuk, dan bersin.
Apa yang harus Anda dilakukan?
- Jangan kebiasaan menumpuk pakaian kotor! Langsung cuci baju setelah dikenakan
- Cuci tangan setelah mencuci dengan sabun dan air mengalir
- Jika memungkinkan, cucilah pakaian dengan air yang sangat panas; Ini membunuh jamur spora dan kuman.
- Keringkan pakaian dengan menggantungnya dari jemuran di bawah sinar matahari. Sinar UV dari sinar matahari akan membunuh kuman
- Jika pakaian telah terkontaminasi jamur, gunakan deterjen dengan pemutih seperti pemutih untuk membersihkannya.
Karpet dan permadani di
Ruang Keluarga
Karpet atau
permadani memiliki bulu-bulu halus yang disukai mikroorganisme. Hal ini
akan mengharuskan Anda membersihkan
kedua alas tersebut dengan
benar sebelum Anda menggulung keduanya.
Penggunaan vaccum cleaner tidak cukup kuat
untuk masuk ke dalam serat dan alas karpet. Jadi, tidak peduli berapa kali Anda
melakukan vakum dalam seminggu, masih ada lebih dari 200.000 bakteri yang hidup di setiap inci karpet, memakan pada kulit mati,
partikel makanan, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari yang menempel pada karpet Anda tersebut.
Kotor sekali, bukan? Masih
ingin berguling-guling di atas karpet bercinta Anda?
Apa yang harus dilakukan?
- Lepaskan sepatu sebelum memasuki rumah Anda.
- Vakum dua kali seminggu. Pindahkan furnitur sekitar sehingga Anda bisa sampai ke setiap area di rumah.
- Jangan makan makanan yang jatuh di lantai. Aturan lima detik adalah mitos.
- Perlakukan tumpahan segera dengan larutan pembersih kain lembab dan karpet. Keringkan dengan handuk.
- Gunakan jasa laundry untuk mencuci karpet atau permadani kesayangan Anda secara berkala
Tombol, Saklar, dan Gagang Pintu atau Lemari
Gagang
pintu, sakelar lampu, dan gagang lemari adalah beberapa tempat paling kotor di rumah Anda. Salah
satu cara yang paling umum untuk terkena flu adalah melalui kontak dengan
benda-benda yang sering disentuh dan tidak terinfeksi ini. Lebih buruk lagi, jika Anda memegang daging mentah atau
makanan lain yang dapat mengandung E.
coli dan Salmonella, Anda dapat
dengan tidak sengaja memindahkannya pada lokasi-lokasi tersebut dan
menularkannya pada anggota keluarga yang lain.
Apa yang harus dilakukan?
- Cuci tangan dengan sabun dan air hangat sering, terutama saat menangani makanan di dapur atau setelah menggunakan kamar kecil.
- Bersihkan kenop, sakelar, dan pegangan setiap minggu dengan sikat desinfektan.
- Pertimbangkan mengganti gagang pintu tembaga. Penelitian telah menemukan bahwa tembaga dapat membunuh kuman dan mencegah penyebarannya.
Gelas Sikat Gigi
Kesayangan Anda
Di sebagian besar kamar mandi modern, pasti terdapat wastafel tempat cuci muka di
dekat toilet. Setiap kali Anda menyiram toilet Anda, Anda menyiram kotoran
dalam radius 2 meter. Jarak yang sempit ini memungkinkan
bakteri dari toilet melakukan terjun bebas kearah gelas wadah sikat gigi Anda!
Apa yang harus dilakukan?
- Gunakan sikat gigi yang memiliki penutup plastik. Gunakan gelas kaca dan pastikan gelas tersebut kering setelah dipakai.
- Cuci gelas tempat sikat gigi Anda minimal sekali dalam seminggu
- Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah Anda menyikat gigi.
- Simpan sikat gigi sejauh mungkin dari toilet.
-
Teko Tempat Membuat
Kopi
Lingkungan yang lembab dan gelap dari teko kopi Anda-yang
pastinya merupakan tempat paling kotor di rumah tangga. Teko adalah tempat berkembang biak
bagi jamur, kuman, dan bakteri, menurut asisten profesor Saint Louis
University, Donna Duberg.
Kopi memang
memiliki efek antibakteri, namun hanya membunuh 50 dari seluruh
bakteri yang ada dalam teko pembuat kopi Anda. Air panas saat membuat kopi juga
tidak membantu banyak karena bakteri dapat membentuk endospora yang membuatnya
tahan terhadap air mendidih.
Apa yang harus dilakukan:
-
Bersihkan pembuat kopi Anda setiap bulan dengan
larutan cuka
-
Rendam bagian pembuat kopi dan panci dalam air
panas bersabun selama 30 menit setiap minggu sekali
-
Jangan
biarkan teko kopi Anda lembab, pastikan sirkulasi tempat penyimpanan teko baik
hingga uang air tidak terakumulasi disitu
Spon Penggosok di Dapur
Anda
Ternyata dapur adalah tempat paling kotor di rumah Anda. Lebih mengagetkan lagi, spons
cuci piring merupakan
barang paling kotor di sana. Penelitian yang dilakukan oleh NSF International
menemukan Salmonella, E. Coli, dan bakteri coliform banyak ditemukan pada
spons pencuci piring di
lebih dari 75 persen rumah yang diuji. Dan ingat-bakteri tidak hanya di spons,
tapi juga pada barang yang Anda lap dengan spons cuci tersebut.
Apa yang harus dilakukan:
-
Bersihkan
kotoran di dapur dan wastafel dapur menggunakan desinfektan
-
Ganti spons Anda setidaknya setiap dua minggu.
-
Panaskan spons basah Anda selama dua menit untuk
membunuh semua kuman.
-
Gunakan
sabun cuci piring antibakteri
-
Selalu
keringkan spons setelah digunakan
Tidak perlu terobsesi dan takut dengan kuman. Namun, penting bagi Anda untuk menyadari
lingkungan Anda dan bagaimana hal itu mempengaruhi kesehatan Anda. Semoga informasi tempat sarang
penyebab penyakit ini bermanfaat bagi Anda!
